Pilkada

Cawagub Ronal Surapradja: Disabilitas Berhak Dapatkan Kesempatan Setara

Sumber: Dokumentasi MBKPOS/Lucky Mardinsyah

BANDUNG – Para calon wakil gubernur Jawa Barat mengemukakan pandangan mereka tentang upaya meningkatkan pendidikan inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas dalam Debat Pilgub Jabar pada Senin (11/11/2024). Ini sesuai dengan kewajiban pendidikan 12 tahun yang diamanatkan oleh UU Nomor 8 Tahun 2016.

Calon wakil gubernur Ronal Surapradja, yang berpasangan dengan Jeje Wiradinata, mengatakan bahwa slogan yang diusung oleh mereka “Jabar untuk Semua” sangat mewakili kaum disabilitas.

“Jabar untuk semua,” kata Ronal.

Calon wakil gubernur nomor urut 3, Ilham Akbar Habibie, yang berpasangan dengan Ahmad Syaikhu, menyatakan bahwa mereka memiliki tiga program unggulan untuk pendidikan inklusif. Program-program tersebut meliputi renovasi ruang kelas di sekolah terpencil, bantuan gubernur untuk sekolah, dan beasiswa bagi siswa berprestasi, keluarga kurang mampu, petani, guru, serta hafiz Quran.

“Kita juga akan membantu laboratorium dan guru, semua harus kita update,” jelasnya.

Calon wakil gubernur nomor urut 4, Erwan Setiawan, menekankan bahwa sekolah inklusi harus memfasilitasi integrasi anak-anak normal dan berkebutuhan khusus.

“Jadi tidak ada lagi perbedaan; kita satukan anak-anak yang berkebutuhan khusus dan kita siapkan guru-gurunya. Kita juga akan membangun sekolah ramah disabilitas dan tidak lagi membedakan hak dan kewajiban mereka. Mereka harus mendapatkan pendidikan yang setara dengan yang lain,” ucapnya.

Calon wakil gubernur nomor urut 1, Gitalis Dwi Natarina menyatakan, menyampaikan bahwa dirinya dan calon gubernurnya akan memprioritaskan kebahagiaan para guru, murid, guru ngaji, dan ustadz melalui program unggulan Kartu Jabar Bahagia.

“Kita akan membangun ruang unit baru di SLB dan menyediakan teknologi serta alat bantu belajar,” akunya.

Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Ronal menambahkan bahwa jika mereka terpilih, ia akan memperkuat kebijakan inklusi bagi penyandang disabilitas.

“Tidak ada bedanya kaum disabilitas dengan siapapun; mereka sama dan bisa mendapatkan pendidikan vokasi sehingga bisa mendapatkan kemampuan dan keterampilan hingga beasiswa,” ungkap dia.

“Kami akan mewajibkan kantor pemerintahan di Jawa Barat untuk memberikan kuota 15 persen pegawainya untuk penyandang disabilitas karena ini adalah bentuk keberpihakan kami melalui slogan kami, Jabar untuk Semua,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button